Selasa, 27 November 2012

Dinamika Pemikiran Ilmu Kalam


Makalah Ilmu Kalam
Dinamika Pemikiran  Ilmu Kalam



Kata Pemgantar  

            Puji syukur kami ucapkan kehadrat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan karunianya kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini . tidak lupa ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan panduan dan bimbingan dalam menyelesaikan makalah Ilmu Kalam ini. Dengan adanya makalah ini dapat membantu Rekan-rekan kami dan menambah sedikit pengetahuan kami dalam ilmu kalam .
            Kami menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca. 
            Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan diberkai ilmunya.
           



Tulungagung, 12-10-2011

Kelompok 6






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ i
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii
BAB  I     PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A.    Latar Belakang Masalah ........................................................................ 1
B.     Rumusan masalah  ................................................................................. 1
C.     Tujuan Pembahasan ............................................................................... 2
BAB II    PEMBAHASAN  ....................................................................................... 3
A.      Pengertian Ilmu Kalam ......................................................................... 3
B.      Nama-nama ilmu kalam dan sebab penamaanya ................................... 3
C.      Obyek ilmu kalam  ................................................................................ 5
D.      Sumber-sumber ilmu kalam  .................................................................. 5
E.       Manfaat Ilmu kalam .............................................................................. 8
F.       Sejarah timbulnya ilmu kalam  .............................................................. 9
BAB III   KESIMPULAN / PENUTUP................................................................... .. 10
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 12


















BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Ketika kita berbicara mengenai ilmu kalam, seharusnya mengetahui hakekat dan faedah ataupun keutamaan dari ilmu tersebut. Sebab bagaimana mungkin kita sebagai umat muslim kita menyerukan kebenaran islam tidak mempunyai ilmu ataupun dasar pemahamanya.
            Dinyatakan ilmu lebih utama dari ibadah, lebih utama pula dari pada  jihat. Bahwasanya ilmu yang dikehendaki  oleh isla adalah ilmu dunia dan akhirat, ilmu ketuhanan, ilmu tentang kehidupan, ilmu eksperimental dan semua cabang yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan.
            Adapun tujuan utama dari ilmu kalam adalah untuk menjelaskan landasan keimanan umat islam dalam tatanan yang filosofis dan logis. Bagi orang yang beriman, bukti mengenai eksistensi dan segala hal yang menyangkut dengan tuhan  yang ada dalam alqur’an, hadist, ucapan sahabat yang mendengar langsung perkataan nabi dan lain sebagainya, sudah cukup namun tatkala masalah ini dihadapkan pada dunia yang lebih luas dan terbuka, maka dalil-dalil naqli tersebut tidak begitu berperan,sebab tidak semua orang menyakini kebenaran alqur’an dan beriman kepadanya karenanya diperlukan lagi  interprestasi akal terhadap dalil yang sudah dalam alqur’an tersebut untuk menjelaskannya.
            Kami berharap dengan tulisanya materi ilmu kalam ini dapat memberikan efek positif kepada kita yang tengah menjalani mata kuliah ilmu kalam ini dengan pembahasan yang sederhana ini mudah-mudahan dapat membantu kita dalam menjalani hidup dan kehidupan beragama kita sekarang hingga akhir nanti

B.   Rumusan Masalah
      1.   Apa pengertian ilmu kalam ?
      2.   Apa saja nama-nama ilmu kalam dan sebab-sebab penamaannya?
3.   Apa obyek pembahasan ilmu kalam ?
4.   Apa saja sumber ilmu kalam ?
5.   Apa manfaat ilmu kalam ?
6.   Bagaimana sejarah ilmu kalam?


C.   Tujuan Masalah
       1.  Memahami pengertian ilmu kalam ?
       2.  Menngerti  nama-nama ilmu kalam dan sebab-sebab penamaannya?
       3.  Mengetahui obyek pembahasan ilmu kalam ?
       4.  Mengetahui sumber ilmu kalam ?
5.  Mengerti  manfaat ilmu kalam ?
6.  Menetahui sejarah ilmu kalam?



























BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Ilmu Kalam
            Secara harfiah ilmu yang membicarakan tentang wujudnya tuhan ( Allah ) dan membicarakan tentang rosul-rosul tuhan[1].
            Secara istilah, Menurut Ibnu Khaldun, Ilmu Kalam ialah ilmu yang berisi alasan-alasan mempertahankan kepercayaan-keppercayaan iman dengan menggunakan dalil-dalil fikiran dan berisi bantahan terhadap orang-orang yang menyeleweng dari kepercayaan–kepercayaan aliran golongan salaf dan Ahli Sunah[2]. Menurut al-farabi ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang membahas dzat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berdasarkan doktrin islam[3]. Apabila memperhatikan definisi ilmu kalam diatas terdapat perbedaan dan persamaannya. Kedua tokoh ulama tersebut sama-sama membahas tentang ketuhanan. Jika ibnu khaldun lebih membahas dari segi argumentasi logika / filsafat , sedangkan Al-farabi lebih membahas tentang dzat dan sifat Allah berdasar kan doktrin islam. Jadi bisa disimpulkan bahwa ilmu kalam itu adalah ilmu yang membahas tantang dzat dan sifat Allah  dengan cara argumentasi logika/ filsafat  berdasarkan doktrin islam.
B.    Nama-nama ilmu kalam dan sebab – sebab penamaanya
Ilmu kalam mempunyai beberapa nama dan penamaan itu muncul sesuai dengan  aspek pembahasan yang ditonjolkan oleh pembahas yang memberikan nama tersebut.
1.      Ilmu Tauhid
          Ilmu tauhid menurut Syekh Muhammad Abduh adalah ilmu yang membahas wujud Allah, sifat-sifat yang wajib bagiNya, Sifat-sifat yang jaiz disifatkan kepada Nya, dan sifat-sifat yang sama sekali wajib ditiadakan dari-Nya. Juga membahas tentang Rosul-rosul Allah untuk menetapkan kebenaran risalahnya, apa yang wajib pada dirinya, hal-hal yang jaiz dihubungkan  pada diri mereka ,dan hal-hal yang terlarang menghubungkannya kepada diri mereka.
Sebab dinamakan ilmu tauhid karena pokok pembahasan nya dititik beratkan keesaan Allah SWT.
2.      Ilmu Usuluddin
Ilmu usuluddin ialah yang membahas tentang prinsip-prinsip kepercayaan agama dengan dalil –dalil yang qot’i  (Alqur’an  dan Hadist Mutawatir)  dan dalil-dalil akal pikiran
Sebab dinamakan Ilmu Usuluddin karena Obyek pembahasan utamanya adalah dasar-dasar agama yang merupakan masalah eserisial dalam ajaran islam .
3.      Ilmu Kalam
Ilmu kalam ialah ilmu yang  berisi alasan-alasan mempertahankan kepercayaan-kepercayaan iman, dengan menggunakan dalil-dalil pikiran dan berisi bantahan-bantahan terhadap orang-orang yang menyeleweng dari kepercayan  Salaf dan Ahli sunah.
Sebab dinamakan ilmu kalam karena dalam pembahasannya mengenai eksistensi Tuhan dan hal-hal  yang berhubugan denganNya, menggunakan argument filosofi , logika atau mantik.
4.   Ilmu Teologi
Teologi diambil dari bahasa inggris “theology” menurut William Ockham Resse . “Theology to be a discipline resting on revealed truh and dependent of both philosophy and science”.[4]
Sebab dinamakan ilmu teologi karena pembahasannya mencakup persoalan-persoalan dasar dan soal pokok seperti ketuhanan,iman,kufur dan hal-hal pokok lainnya sebagaimana tercakup dalam rukun iman.
        5.   Ilmu hakikat
Ilmu hakikat ialah ilmu sejati karena ilmu ini menjelaskan hakikat segala sesuatu, sehingga dapat menykini akan kepercayaan yang benar (hakiki)
6.   Ilmu Ma’rifat
          Sebab dinamakan ilmu ma’rifat karena dengan pengetahuan ini dapat mengetahui benar-benar tentang Allah dan segala sifat-sifat  Nya  dan dengan  keyakinan teguh. Keykinan ini pada gilirannya akan membawa kepada keykinan terhadap adanya malaikat, kitab, nabi dan rosul, hari akhir dan melahirkan kesadaranakan tugas dan kewajiban terhadap sang khalik.[5]


C.    Objek Ilmu Kalam
          Sejumlah disiplin ilmu pengetahuan hanya memiliki satu objek pembahasan. Matematika contohnya. Objek pembahasannya hanya berkisar pada bilangan. Artinya, semua permasalahan dan premis-premis dalam disiplin ilmu ini hanya membahas tentang hukum-hukum bilangan, tidak lebih. Akan tetapi, bukan berarti ini sebuah keharusan bahwa setiap disiplin ilmu harus memiliki tema pembahasan tunggal. Ilmu Kalâm termasuk ilmu-ilmu yang memiliki lebih dari satu obyek pembahasan; terkadang membahas tentang Tuhan, sifat-sifat-Nya, Kiamat, dan terkadang membahas tentang para nabi, dan lain sebagainya.
Obyek ilmu Kalâm sama sekali tidak menentukan permasalahan-permasalahannya. Tujuan dan tugas-tugas yang kita sebutkan di atas merupakan klasifikasi dan penentu bagi permasalahan disiplin ilmu Akidah (Kalâm)

D.    Sumber sumber Ilmu Kalam
Sumber-sumber ilmu kalam adalah berikut ini
1.      Al-qur’an
Sebagai sumber ilmu kalam, Al-qur’an banyak menyinggung hal yang berkaitan dengan masalah ketuhanan, diantaranya adalah
a)          Q.S Al-ikhlas (112): 3-4. Ayat ini menunjukan bahwa tuhan tidak beranak dan tidak diperanakan,serta tidak ada satu pun di dunia ini yang tampak sekutu  (sejajar) dengan-Nya.
b)          Q.S Asy-Syura (42) : 7 . Ayat ini menunjukan bahwa tuhan tidak menyerupai apapun didunia ini . Ia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
c)          Q.S Al-Furqon (25): 59 . ayat ini menunjukkan bahwa tuhan yang Maha Penyayang bertahta diatas “Arsy” . Ia Pancipta langit,bumi dan semua yang ada di antara keduanya.
d)         Q.S Al-Fath(48) :10 . Ayat ini menunjukkan bahwa tuhan mempunyai “tangan” yang selalu berada di atas tangan orang-orang yang melakukan sesuatu selama mereka berpegang teguh dengan janji Allah.
e)          Q.S Thaha (20) : 39 .   Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan mempunyai “mata”  yang selalu digunakan untuk mengawasi seluruh gerak , termasuk  gerakan hati  makhluknya-Nya .
f)           Q,S Ar-Rohman (55) : 27. Ayat ini menunjukan bahwa Tuhan mempunyai “wajah”  yang tidak akan rusak selama-lamanya.
g)          Q.S An-Nisa’ (4) :125. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan menurunkan aturan berupa agama. Seseorang akan dikatakan telah melaksanakan aturan agama apabila telah melakukannya dengan ikhlas karena Allah .
h)          Q.S Luqman (31) : 22. Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah disebut sebagai orang muhsin
i)            Q.S Ali Imron (3) :83. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah tempat kembali segala sesuatu, baik secar terpaksa maupun secara sadar.
j)            Q.S Ali Imron  (3) :84-85. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhanlah yang menurunkan petunjuk  jalan kepada para nabi.
k)          Q.S Al Anbiya (21): 92. Ayat ini menunjukkan bahwa manusia dalam berbagai suku ,ras , atau etnis , dan agama apapun adalah umat tuhan yang satu. Oleh sebab itu, semua umat , dalam kondisi dan situasi apapun , harus mengarahkan pengabdiannya hanya kepada-Nya.
l)            Q.S Al-Hajj (22) : 78 . Ayat ini menunjukkan bahwa seseorang yang ingin melakukukan suatu kegiatan yang sungguh-sungguh akan dikatakn sebagai “jihad”  kalau dilakukannya hanya karena Allah SWT semata.
          Ayat-ayat diatas ayat diatas kaitan dengan dzat , sifat , asma, perbuatan tuntunan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan eksistensi Tuhan. Hanya saja, penjelasan rincinya tidak ditemukan . Oleh sebab itu, paraahli berbeda pendapat dalam menginterpretasikan rinciannya. Pembicaraan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ketuhanan itu disistematisasikanyang pada gilirannya menjadi sebuah ilmu yang dikenal dengan istilah ilmu kalam.[6]
2.      Hadist
          Hadist Nabi pun banyak membicarakan masalah-masalah yang dibahas ilmu kalam.  Seperti hadis tentang keimaan dan mengenai kemunculan berbagai golongan dalam ilmu kalam[7]. Ada pula pada riwayat yang hanya sampai kepada sahabat. Diantaranya adalah hadis yang mengatakan bahwa umat islam akan terpecah  beberapa golongan. Oleh sebab itu, seringdikatakan bahwa hadis-hadis  seperti itu lebih dimaksudkan sebagai peringatan bagi para sahabat dan umat Nabi tentang bahayanya perpecahan dan pentingnya persatuan.
3.      Pemikiran Manusia
Pemikiran manusia dalam hal ini , baik berupa pemikiran umat islam sendiri  atau pemikiran yang berasal dari luar islam
Sebelum filsafat yunani masuk dan berkembang di dunia islam, umat islam sendri telah menggunakan pemikiran rasionalnya untuk menjelaskan hal hal yang berkaitan dengan ayat-ayat Al-qur’an, terutama yang belum jelas artinya ( al-mustasyabihat). Dalam al-qur’an banyak sekali kata yang  belum jelas maknanya sperti kata ,tafakkar ,tafaquh, nadharr, tadabbar ,tadhakkar, fahima, aqala,ulu al-albab, ulu al-ilm,ulu al-abshar, dan ulu an-nuha. Semua ayat tersebut berkaitan langsung dengan anjuran motivasi, bahkan perintah kepada manusia untuk menggunakan rasio.
4.      Insting
          Secara ingsiatif, manusia selalu ingin bertuhan. Oleh sebab itu, kepercayaan adanya Tuhan telah berkembang sejak adanya manusia  pertama.
          Abbas Mahmoud Al-Akkad, mengatakan bahwa sejak pemikiran pemujaan terhadap benda-benda alam berkembang, di wilayah-wilayah tertentu pemujaan terhadap benda -benda alam berkembang secara beragam . di mesir, masyarakatnya memuja  Totemisme.  Mereka mengangap suci terhadap burung elang, burung nasr, ibn awa ( semamacan anjing hutan), buaya, dan lain-lainya. Anggapan itu lalu berkembang menjadi pemujaan terhadap matahari. Dari sini  berkembang lagi menjadi percaya adanya keabadian dan balasan bagi amal perbuatan yang baik.
          Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa secara histories, ilmu kalam bersumber Al-qur’an , hadist , pemikiran manusia , dan insting . ilmu kalam adalah sebuah ilmu yang mempunyai objek tersendiri tersistematisasikan, dan mempunyai metodelogi tersendiri.
E.     Manfaat Ilmu Kalam
 Pertama, memaparkan Akidah sebuah agama. Hal ini disebabkan Ushûluddîn yang tertera dalam Al-Qur’an dan sabda-sabda nabi serta para Imam as, belum tersaji secara klasik dan tematik, sehingga setiap orang dengan mudah dapat memahami dan membetot Akidah dari sumber-sumber di atas tadi.
Al-Qur’an selain membahas masalah Akidah, juga membahas masalah-masalah lain, seperti politik, sejarah, sosial, budaya, masalah-masalah personal, hak-hak, fiqih, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penyimpulan dan penataan setiap kajian dan pembahasan, seperti Akidah, membutuhkan kepada kreasi dan upaya seorang agamawan, yang dalam bidang Akidah, tugas ini diemban oleh para mutakallim (pakar ilmu Kalâm).
Kedua, menjelaskan Akidah sebuah agama. Setelah seorang mutakallim menyajikan dan mengistimbathkan Akidah tersebut, tugas selanjutnya adalah menjelaskan, menginterpretasikan, mengenalisa, dan membuktikannya. Sebagai contoh, setelah mendapatkan dalil akan ke-Esaan Tuhan dalam teks dan literatur Islam (Al-Qur’an dan Hadis), ia harus berusaha membuktian keyakinan ini dengan argumentasi logis, sebagaimana ia juga harus menjelaskan dan membuktikan singkronisasi dan keserasian antara Akidah yang satu dengan yang lain, serta menetapkan bahwa tidak ada kontradiksi dan paradoksi di dalamnya.
Ketiga, membela Akidah sebuah agama, manjawab kerancauan-kerancauan dan kritikan-kritikan yang ada. Tugas lain yang diemban oleh seorang mutakallim adalah menjaga kehormatan Akidah dengan menangani dan menjawab pelbagai kritik dan sanggahan yang muncul dari para penentang agama.

F.     Sejarah Timbulnya Ilmu Kalam
            Penentuan secara detail dan pasti sejarah munculnya ilmu Kalâm adalah masalah yang tidak mudah. Namun, tanpa diragukan lagi,  pada paruh ke dua dari abad ke-2 Hijriah permasalahan ilmu Kalâm, sepertiJabr Ikhtiâr, keadilan Tuhan, telah mencuat kepermukaan dan menjadi bahan kuliah dan kajian kaum Muslim kala itu. Orang pertama yang secara resmi membahasnya secara klasik adalah Hasan Bashri (wafat tahun 110 Hijriah). Seiring dengan bergulirnya masa, permasalahan ilmu Kalâm semakin meluas, sekte-sekte dan aliran-aliran bermunculan. Di antaranya Khawârij, Qadariyah, Mu'tazilah, jahmiyah, dan Murji`ah. Keyakinan setiap dari aliran ini dibahas dalam ilmu Milal wa Nihal, dan jelas, hal itu tidak bertalian dengan pembahasan kita sekarang.
            Dari sudut pandang yang berbeda bisa dikatakan, jika maksud dari ilmu Kalâm itu adalah penjelasan atau pemaparan secara argumentatif, maka cikal-bakal dan bibit tumbuh serta berkembangnya ilmu Kalâm adalah Al-Qur’an sendiri dan sabda-sabda Rasul serta para ma’shûm, khususnya Amirul Mukminin yang telah memapaparkan dan mengargumentasikannya.
Sebagaimana perkembangan dan meluasnya ilmu Kalâm ini juga berkat anjuran-anjuran Al-Qur’an dan sabda-sabda nabi yang selalu mengajak berpikir dan bernalar, serta melarang (mencela) taklid buta. Namun, selain faktor ini tadi, ada faktor-faktor signifikan lain yang membuat perkembangan yang sangat pesat dalam disiplin ilmu ini, di antaranya:
a. Adanya interaksi antara Islam dan pelbagai lapisan masyarakat yang memiliki    akar dan kerangka berfikir yang beraneka-ragam.
b. Adanya pengikut-pengikut agama lain yang hidup berdampingan dengan  Islam dan muslimin, seperti Yahudi, dan Kristen. Kondisi semacam ini sangat menuntut kewaspadaan dan kesiagaan muslimin dalam menjaga Akidah dan keyakinan mereka.
c. Munculnya kelompok Zindîq dalam dunia Islam yang selalu memancing dan membuka front dengan muslimin di setiap masa dan      
BAB III
KESIMPULAN/ PENUTUP
1.      Ilmu kalam itu adalah ilmu yang membahas tantang dzat dan sifat Allah  dengan cara argumentasi logika/ filsafat  berdasarkan doktrin islam.
2.      Ilmu kalam terdapat 6 nama yaitu :
a. Ilmu Tauhid
b. Ilmu Usuluddin
                c. Ilmu Kalam
                d. Ilmu Teologi
                e. Ilmu hakikat
                f. Ilmu Ma’rifat
3.   obyek ilmu kalam ialah semua hal yang mengenai ketuhanan ,kerosulan, sifat-sifat Tuhan, kiamat dan lain sebagainya.
4.   Sumber-sumber ilmu kalam ada 4 yaitu:
      a. Al-qur’an
      b. Hadist
      c. Pemikiran Manusia
      d. Insting
5.   Manfaat ilmu kalam
      a. Memaparkan Akidah sebuah agama
      b. Menjelaskan Akidah sebuah agama
      c. Membela Akidah sebuah agama
6.   Sejarah timbul Ilmu Kalam karena adanya factor yaitu :
a. Adanya interaksi antara Islam dan pelbagai lapisan masyarakat yang memiliki    akar dan kerangka berfikir yang beraneka-ragam.
b. Adanya pengikut-pengikut agama lain yang hidup berdampingan dengan  Islam dan muslimin, seperti Yahudi, dan Kristen. Kondisi semacam ini sangat menuntut kewaspadaan dan kesiagaan muslimin dalam menjaga Akidah dan keyakinan mereka.
c. Munculnya kelompok Zindîq dalam dunia Islam yang selalu memancing dan membuka front dengan muslimin di setiap masa dan waktu.
Alhamdulilah makalah ini dapat kami selesaikan dengan tiada hambatan yang berarti. Terima kasih kami sampaikan seluruh pihak yang membantu sehingga makalah ini selesai, khususnya kepada bapak dosen pembimbing. Kepada teman-teman Mahasiswa kami sampaikan terimakasih dan kompak selalu , semoga karya ini bermanfaat untuk kita semua. Amin





























DAFTAR PUSTAKA

1.DR. Abdul Rozaq M. Ag, DR. Rosihon Anwar . M.Ag, ilmu kalam , poustaka    setia(Bandung ; 2000)
2. Drs. H. Muhammad Ahmad, Tauhid Ilmu Kalam, CV. Pustaka Setia ( Bandung
3. Wiliam L. Resse, “Dictionary of philosophy and religion, humanties Press Ltd , (USA; 1980)
4. A. Hanafi M.A, Teologi Islam, Bulan Bintang ( Jakarta ; 1979)





[1] A. Hanafi M.A, Teologi Islam, Bulan Bintang ( Jakarta ; 1979) P. 10
[2] A. . Hanafi M.A, Teologi Islam, Bulan Bintang ( Jakarta ; 1979) P. 10
[3] DR. Abdul Rozaq M. Ag, DR. Rosihon Anwar . M.Ag, ilmu kalam , poustaka setia (Bandung ; 2000) P.15
[4] Wiliam L. Resse, “ Dictionary of philosophy and religion, humanties Press Ltd , (USA; 1980) P. 28
[5] Drs. H. Muhammad Ahmad, Tauhid Ilmu Kalam, CV. Pustaka Setia ( Bandung ;-) P !3-17
[6] DR. Abdul Rozaq M. Ag, DR. Rosihon Anwar . M.Ag, ilmu kalam , poustaka setia (Bandung ; 2000) P.15-16
[7] DR. Abdul Rozaq M. Ag, DR. Rosihon Anwar . M.Ag, ilmu kalam , poustaka setia (Bandung ; 2000) P. 17-20
oooolalalla

KARANGAN


 MAKALAH BAHASA INDONESIA
KARANGAN
oleh: Aris utomo


Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam karena atas izin dan kehendakNya jualah makalah sederhana ini dapat kami rampungkan tepat pada waktunya.
Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Adapun yang kami bahas dalam makalah sederhana ini mengenai Karangan.
Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenan dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterima kasih kepada dosen pembimbing kami yakni ibu istifadah yang telah memberikan limpahan ilmu berguna kepada kami.
Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangan disana-sini. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan juga kritik membangun agar lebih maju di masa yang akan datang.
Harap kami, makalah ini dapat menjadi track record dan menjadi referensi bagi kami dalam mengarungi masa depan. Kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya.









DAFTAR ISI


Kata pengantar.....................................................................................................................   ii
Daftar isi..............................................................................................................................               iii
Bab I    PENDAHULUAN....................................................................................................   1
A.       Latar belakang ..................................................................................................   1
B.        Rumusan masalah ............................................................................................   1
C.        Tujuan masalah ................................................................................................   1
Bab II   PEMBAHASAN .....................................................................................................   2
A.       Pengertian karangan..........................................................................................   2
B.        Macam-macam dan contoh karangan................................................................   2
C.        Langkah-langkah karangan................................................................................   7
Bab III   KESIMPULAN ......................................................................................................   9














BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
       Dalam pembahasan makalah ini kami memberi beberapa hal yang mengenai tentang karangan, salah satu tujuan mengapa kami membuat karangan supaya kami mengerti bahwa apa itu karangan sendiri dan bentuk-bentuk yang bagaimana dalam karangan tersebut.
       Banyak sekali kalau kita teliti mengenai bentuk-bentuk karangan misal cerpen,roman, dan lain sebagainya. Tetapi dalam pembahasan kali ini kami hanya memberi arahan kusus  tentang bagaimana kita bisa membuat jenis-jenis karangan yang sudah ada dalam karangan itu sendiri, misalnya, narasi, argumentasi, persuasi,ekposisi, diskripsi.
       Membuat karangan itu harus disertai dengan teori-teori bagaimana membuat karangan yang baik bukan hanya langsung saja menulis yang tidak tahu bagaimana susunan karangan yang benar. Oleh kerana itu, sangat penting sekali mengetahui bagaimana bentuk-bentuk karangan sebelum membuat karangan, agar terbentuklah karangan yang bagus dan enak dibaca.
       Harapan kami dalam pembuatan makalah ini supaya kita semua bisa mengerti bagaiman cara membuat karangan yang baik dan benar.

B. Rumusan masalah
1.  Apa penegertian karangan ?
2.  Apa saja macam-macam dan contoh karangan?
3.  Bagaimana langkah-langkah  mengarang?

C. Tujuan masalah
1. Mengetahui  pengertian karangan
2. Mengetahui macam-macam dan contoh karangan
3. Mengetahui langkah-langkah  mengarang




BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Karangan
Karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
B. Macam-Macam Dan Contoh Karangan
1. Karangan Narasi
Narasi adalah wacana atau karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sehingga
pembaca seolah-olah mengalami sendiri peristiwa yang diceritakan itu.
kunci:
•    Ada urutan peristiwa atau kejadian/jalan cerita (plot).
•    Ada tokoh-tokoh.
•    Ada latar/seting (tempat, waktu, dan suasana).
Jenis Narasi
a.        Narasi fiktif, yakni narasi yang bersifat imajinatif.. Narasi semacam ini disebut      narasi sugestif.
Contoh: cerpen, roman, dan novel.
Kunci:
•    Bahasa cenderung figuratif dan konotatif.
•    Menggugah imajinasi.
•    Menyampaikan amanat secara tersirat Contoh narasi fiksi:
Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.
Langkah menyusun narasi (fiksi): Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.
b.         Narasi nonfiktif, yakni narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa faktual yang benar-benar terjadi. Narasi semacam ini disebut narasi ekspositoris.
Contoh: biografi, autobiografi, laporan perjalanan, dan sebagainya.
Kunci:
•    Bahasa cenderung informatif dan denotatif.
•    Menggugah penalaran.
•    Menyampaikan informasi untuk memperluas wawasan.
Contoh narasi berisi fakta:
Ir. Soekarno
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang
2.  Karangan Deskripsi
Karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk memberikan gambaran sesuatu kepada pembaca sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yag dideskripsikan. Kunci:
•    Menggambarkan keadaan/sesuatu
•    Objek yang dideskripsikan dapat berupa keindahan alam, keindahan jasmani, watak,    atau objek tertentu yang dapat diserap pancaindra.
Contoh deskripsi berisi fakta:
Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.
Contoh deskripsi berupa fiksi:
Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.
Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani Suasa pelaksanaan Promosi Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional Keadaan ruang praktik Keadaan daerah yang dilanda bencana
Langkah menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan Tentukan tujuan Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan Kembangkan kerangka menjadi deskripsi
3.  Karangan Eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang bertujuan untuk memaparkan atau menjelaskan suatu hal atau objek. Kunci:
•    Umumnya berapa ciri-ciri atau identifikasi suatu objek.
•    Menggunakan contoh, grafik, dan sejenisnya dengan tujuan menjelaskan kepada pembaca. Contoh:
             Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.
Topik yang tepat untuk eksposisi, antara lain:
·         Manfaat kegiatan ekstrakurikuler
·         Peranan majalah dinding di sekolah -Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.
Catatan: Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Contoh paparan proses:
Cara mencangkok tanaman:
1.        Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
2.        Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
3.        Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.
Langkah menyusun eksposisi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
4.  Karangan Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk memengaruhi pembaca.
Kunci:
Memberikan alasan yang kuat dan meyakinkan.
•    Menggunakan contoh, grafik, dan sejenisnya dengan tujuan memengaruhi pembaca.
Contoh:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Tema/ topik yang tepat untuk argumentasi, misalnya: Disiplin kunci sukses berwirausaha, Teknologi komunikasi harus segera dikuasai, Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial.
Langkah menyusun argumentasi : Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi
5. Karangan Persuasi:
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
         Contoh persuasi:
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.
Topik/ tema yang tepat untuk persuasi, misalnya: Katakan tidak pada NARKOBA, Hemat energi demi generasi mendatang, Hutan sahabat kita, Hidup sehat tanpa rokok, Membaca memperluas cakrawala.
Langkah menyusun persuasi:
1.        Menentukan topik/ tema
2.        Merumuskan tujuan
3.        Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4.        Menyusun kerangka karangan
5.        Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi
C. Langkah-langkah Mengarang
Langkah-langkah mengarang untuk semua jenis karangan pada prinsipnya sama, yakni:
(1)    menetapkan tema;
(2)    merumuskan tujuan;
(3)    mengumpulkan bahan;
(4)    menyiapkan/membuat kerangka tulisan; dan
(5)    mengembangkan kerangka tulisan menjadi karangan.
 Contoh:
(1)  Tema
       Peranan tata tertib di sekolah.
(2)  Tujuan
       Memengaruhi semua warga sekolah agar melaksanakan tata tertib sekolah.
(3)  Bahan
       a. Informasi dari buku, majalah, dan koran.
       b. Hasil wawancara dengan kepala sekolah, pembina OSIS, dan pengurus OSIS.
       c.  Hasil pengamatan langsung di sekolah.
(4)  Kerangka karangan
       Tema : peranan tata tertib sekolah
Paragrafl
PU      :  tata tertib sekolah yang baik
PU1     :  tata tertib sekolah dibuat secara bersama-sama
PP2     :  kesadaran warga sekolah untuk menegakkan tata tertib
PP3     :  konsisten dalam menegakkan tata tertib
Paragraf
PU       : hambatan melaksanakan tata tertib
PP1     : kurangnya unsur keteladanan
PP2     :… dan seterusnya.
(5)  Pengembangan kerangka karangan (Contoh paragraf 1)
    Tata tertib sekolah yang baik harus mampu mengatur semua kegiatan di sekolah. Agar ada rasa memiliki, tata tertib sekolah hams dibuat secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah. Semua warga sekolah, baik guru, siswa, karyawan TU maupun pembantu pelaksana dituntut kesadarannya untuk menegakkan tata tertib sekolah yang telah dibuatnya. Apabila semua warga sekolah konsisten dalam menegakkan tata tertib maka kegiatan sekolah akan berjalan lancar, tertib, dan baik.




BAB III
KESIMPULAN
1.      Karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan      gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.
2.      Macam-macam karangan
a.       Narasi
b.      Diskripsi
c.       Ekposisi
d.      Argumentasi
e.       Persuasi
3.       Langkah-langkah karangan
(1)    Menetapkan Tema;
(2)    Merumuskan Tujuan;
(3)    Mengumpulkan Bahan;
(4)    Menyiapkan/Membuat Kerangka Tulisan; Dan
(5)    Mengembangkan Kerangka Tulisan Menjadi Karangan